MAHASISWA STUDENT MOBILITY UIN SUNAN KALIJAGA HADIRI THAILAND’S NATIONAL ROUNDTABLE DISCUSSION TERKAIT INTERNATIONALIZATION AT HOME

Diskusi Meja Bundar Nasional ini merupakan suatu forum diskusi yang diselenggarakan oleh Kantor Hubungan Internasional PSU dan MARCO POLO yang dikoordinasikan oleh University of Seville, Spanyol dan PSU, Thailand sebagai anggota konsorsium. Pertemuan tersebut membahas terkait penerapan internasionalisasi di rumah (Internationalization at Home).
“Saya dan teman-teman merasa senang bisa mendapatkan undangan untuk menghadiri acara tersebut. Sangat banyak pelajaran yang dapat saya ambil dan saya bagikan saat saya pulang ke Indonesia nanti” ungkap Yulia Siti Ambarwati, salah satu mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang hadir dalam acara tersebut. Lebih lanjut, Yulia mengatakan bahwa peserta yang menghadiri pertemuan tersebut tidak hanya berasal dari Thailand, namun juga dihadiri oleh peserta dari negara lain, seperti beberapa negara di eropa, Myanmar, dan Indonesia yang diwakili oleh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.
Ms. Porntip Kanjananiyot, Mantan Direktur Eksekutif Thailand-United States Education Fund (Fullbright Thailand) yang bertindak sebagai pemateri dan pimpinan forum menyampaikan bahwa saat ini sangat banyak universitas yang terlalu fokus pada peningkatan peringkat institusi guna mendapatkan pengakuan sebagai ‘world class university’.
Beliau menyampaikan bahwa penerapan internasionalisasi pada suatu institusi pendidikan tinggi tidaklah terbatas pada banyaknya jumlah mahasiswa asing yang dimiliki ataupun peringkat nasional dan internasional dari institusi terkait saja, namun penerapan internasionalisasi institusi juga dibarengi dengan pengadaan kegiatan kemahasiswaan, perkuliahan, serta sarana dan prasarasana yang baik.
Sejalan dengan itu, Kodam Rukadi, salah satu mahasiswa yang tengah menjalani transfer kredit di PSU menyatakan bahwa hal paling utama yang harus diperhatikan dalam penerapan internasionalisasi institusi adalah terkait perbaikan struktur-struktur di universitas tersebut, contohnya dengan melakukan peningkatan kualitas staff akademik dan non akademik, penyediaan fasilitas kampus yang memadai, penggunaan bahasa inggris dalam proses pembelajaran, serta adanya dukungan untuk meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa.
“Penerapan internasionalisasi di kampus UIN juga perlu didukung oleh penyediaan fasilitas seperti pengadaan dormitory dan peningkatan instrumentasi laboratorium yang lebih unggul dan canggih. Selain itu, UIN juga harus meningkatkan koneksi dan kerjasama dengan universistas-universitas di luar negeri” tutur Kodam saat disinggung terkait langkah prefentif yang harus dilakukan UIN Sunan Kalijaga dalam menerapkan internasionalisasi di lingkungan kampus UIN. Kodam juga menambahkan bahwa penguatan dasar keislaman di lingkungan kampus juga perlu dilakukan, dasar keislaman yang tidak hanya diyakini dalam hati oleh para civitas akademiknya, namun juga diwujudkan dalam setiap perkataan dan perbuatannya, mengingat visi besar UIN Sunan Kalijaga untuk mencapai world class university dalam bidang islamic studies. (dika)