Viralitas Algoritmik: Kunci Baru Pembentukan Otoritas Keagamaan Digital di YouTube

Dosen Prodi Informatika UIN Sunan Kalijaga, Dr. M. Didik R. Wahyudi, berhasil meraih gelar doktor melalui disertasi bertajuk Viralitas Algoritmik dan Pembentukan Otoritas Keagamaan Digital di YouTube. Dalam risetnya, Dr. Didik menjelaskan bahwa otoritas keagamaan di YouTube tidak lagi hanya ditentukan oleh figur ulama atau isi dakwah. Faktor lain yang sama penting adalah visibilitas konten, sirkulasi, respons audiens, hingga metrik platform seperti jumlah tayangan dan interaksi.

Disertasi ini menelaah bagaimana viralitas algoritmik terbentuk dari pertemuan empat unsur: logika rekomendasi YouTube, strategi kreator konten, respons audiens, dan metrik platform. Selama ini, kajian digital religion fokus pada praktik keberagamaan, sementara kajian algoritma fokus pada mekanisme rekomendasi. Keterkaitan keduanya dalam konteks dakwah masih jarang dibahas secara utuh.

Untuk itu, penelitian menggunakan Multiphase Mixed Methods Design. Tahap awal menggabungkan Systematic Literature Review, eksperimen rekomendasi pada 45 akun YouTube dengan 2.250 sampel video, serta analisis PLS-SEM terhadap 150 video. Tahap akhir dilakukan sintesis kualitatif untuk merumuskan konsep machine habitus dan digital habitus sebagai kerangka baru.

Hasilnya menunjukkan, viralitas konten keagamaan muncul dari interaksi antara kurasi algoritma, performa konten, dan keterlibatan audiens. Rekomendasi YouTube yang dipersonalisasi secara iteratif dapat memperkuat paparan pada tema tertentu, sekaligus berpotensi membuat ruang informasi menjadi lebih terbatas. Di sisi lain, kekuatan tema dan kredibilitas penyaji terbukti meningkatkan jumlah subscriber dan interaksi, yang kemudian menjadi penanda pengakuan dan visibilitas otoritas digital.

Secara konseptual, penelitian ini melahirkan Teori Viralitas Algoritmik Otoritas Keagamaan. Secara metodologis, riset ini juga mengembangkan cara baru membaca sistem rekomendasi YouTube yang tertutup melalui perbandingan input pengguna dan output rekomendasi.Temuan ini memperluas kajian digital religion dan mediatization of religion di Indonesia, khususnya dalam menjelaskan peran logika algoritma dan metrik platform dalam kontestasi otoritas keagamaan digital.