Dekomposisi Gerak Heterogen: Terobosan AI UIN Suka untuk Memisahkan Aksi dan Gaya Gerak Manusia
Dosen muda Prodi Informatika UIN Sunan Kalijaga, Usfita Kiftiyani, Ph.D., sukses mengembangkan penelitian di bidang computer vision dengan fokus pada pemahaman gerakan tubuh manusia melalui machine learning. Menurut Dr. Usfita, gerakan tubuh manusia bukan sekadar aktivitas fisik. Di balik setiap gerak tersimpan informasi penting seperti emosi, kebiasaan, hingga indikasi kondisi kesehatan seseorang.
Namun, menganalisis gerak manusia tidak mudah. Satu aksi tidak selalu melibatkan seluruh tubuh. Contohnya, gerakan memukul lebih dominan pada lengan. Seseorang juga bisa melakukan dua aksi bersamaan, seperti berjalan sambil memukul. Ditambah lagi dengan gestur kecil yang muncul secara alami dan tidak berkaitan langsung dengan aksi utama.
Kompleksitas inilah yang menjadi tantangan besar dalam analisis gerak.Untuk menjawab tantangan itu, Dr. Usfita mengusulkan pendekatan dekomposisi gerak secara hierarkis. Dalam metode ini, gerakan dipecah dan dikelompokkan berdasarkan keterkaitan antarbagian tubuh serta aspek waktu. Pendekatan tersebut kemudian diterapkan pada motion segmentation dan motion style transfer menggunakan model machine learning.
Dengan struktur gerak yang lebih rapi, penelitian ini membuka peluang pengembangan aplikasi computer vision yang lebih cerdas. Beberapa di antaranya adalah pengenalan aksi yang lebih akurat, transfer gaya gerak, hingga generasi gerak tubuh manusia secara otomatis.Penelitian ini merupakan salah satu riset unggulan yang dikembangkan di Laboratorium Perception and Computer Vision Prodi Informatika. Berkat riset tersebut, Dr. Usfita berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dari Kyung Hee University, Korea Selatan.